Teman-teman yang budiman, marilah kita bersama belajar bagai mana cara beretika dalam bergaul seorang muslim agar kita menjadi orang-orang yang ramah.
Bermuka manis dan senyumlah bila anda bertemu orang lain adalah sangat penting, menandakan orang tersebut adalah orang yang rendah hati tidak sombong, siapun menyukai orang yang ramah dan rendah hati.

1. Berbicaralah kepada mereka sesuai dengan kemampuan akal mereka. Apabila mereka lebih muda atau masih anak-anak, pembicaraan harus sesuai dengan tingkat kecerdasaannya.

2. Berbaik sangkalah kepada orang lain dan jangan memata-matai mereka.

3. Hormati perasaan orang lain, tidak mencoba menghina atau menilai mereka cacat. Jaga dan perhatikanlah kondisi orang, kenalilah karakter dan akhlaq mereka, lalu pergaulilah mereka, masing-masing menurut apa yang sepantasnya. Mendudukkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing dari mereka diberi hak dan dihargai. Perhatikanlah mereka, kenalilah keadaan dan kondisi mereka, dan tanyakanlah keadaan mereka.

4. Jangan lupa selalu menanyakan keadaan mereka apa bila seminggu tidak bersua, sambil berjabatan tangan, karena itu anjuran agama kita. Orang yang diberi jabatan tangan pun harus merespon, jangan enggan untuk berjabat tangan atau pun mau berjabat jangan dengar terpaksa dan malah bertanya “ada apa ini”, atau bertanya “kenapa kamu?” Atau pertanyaan-pertanyaan yang seolah-olah tercengang atau merasa aneh dengan nilai kesopan santunan seseorang, karena tindakan seperti itu menimbulkan rasa malu dan tersinggung bagi sipenanya kabar, dan mengakibatkan menurunnya niali-nilai keraham tamahan dan kesopana santunan, seharusnya merespon sambil menjawab baik dan sakit sesuai keadaan kita, dan menanyakan juga kabarnya.

5. Bersikap tawadhu’lah kepada orang lain dan jangan merasa lebih tinggi atau takabbur dan bersikap angkuh terhadap mereka atau sombong. Dengarkanlah pembicaraan mereka dan hindarilah perdebatan dan bantah-membantah dengan mereka.

6. Dalam pembicaraan jangan memotong, biarkan dia bicara dan dengarkan dia sambil melihat mulutnya, jangan melihat kearah yang lain, seperti kearah HP, kalau perlu HP di matikan dulu, apa bila ada pesan yang penting yang masuk ke HP dan perlu dibalas katakanlah kata permisi sebentar.

7. Jika sudah akrab, boleh bercanda, hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam

Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu, atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu. Hendaknya anda tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu, dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya kamu mudah dipermainkan oleh orang lain dan di perolok-olok orang

Hendaknya pembicaran selalu di dalam kebaikan. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia”. (An-Nisa: 114).
(Rtn)