“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(Al-Baqarah:183)

Penjelasan kata dari Ash-Shiyam menurut Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam Tafsir Al-Aisar memiliki arti bahwa dari segi bahasa ialah al-imsak (menahan), dan secara mendalam ialah mencegah dari makan dan minum, serta larangan untuk menyetubuhi wanita dari terbitnya fajar hingga terbenamnbya matahari, dengan niat menjalankan perintah Allah. Shaum ramadhan ini diturunkan oleh Allah SWT pada tahun kedua hijriyah, dan Dia memanggil muslim yang ada pada waktu itu dengan atas nama iman: “Hai orang yang beriman!”, kemudian diwajibkan untuk berpuasa. “agar kamu bertakwa” adalah firman Allah agar kita bisa melatih ketakwaan kita, yang intinya adalah melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya dengan selalu merasa diawasi oleh Allah Azza Wa Jalla. Puasa ramadhan mungkin dapat diibaratkan dengan ajang latihan khusus yang ketat kepada atlet olahragawan sebelum mereka menghadapi lomba, dimana yang dilatih tidak hanya fisik yang bugar dan kuat saja tetapi juga mental yang ‘tahan banting’. Perasaan merasa diawasi oleh Allah atau Muraqabah merupakan inti dari ketakwaan dan tanda keimanan seorang muslim, dalam QS. Al-Fajr: 14,

“Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.”

Dan Allah memberi balasan yang begitu indah kepada orang-orang yang bertakwa kepada Allah, seperti yang difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat At-Thalaq: 2-3,

“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Banyak sekali keutamaan-keutamaan dibulan puasa yang tidak dimiliki oleh keutamaan di bulan-bulan lainnya. Sehingga apabila keimanan merasuki seluruh permukaan qolbu, maka apabila disebut Bulan Ramadhan yang terbayang adalah sebuah kebun yang rimbun dan hijau yang ditemukan oleh seorang muslim yang tengah berjalan di padang sahara kehidupan yang panas membara. Berikut adalah keutamaan bulan ramadhan yang diambil dari hadits Shahih Muttafaq Alaih,

Dari Abu Hurairah ra. Berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika Ramadhan telah masuk maka dibukalah pintu-pintu langit, ditutuplah pintu-pintu jahanam, dan dirantailah para setan.’ Dalam riwayat lain, ‘Dibukalah pintu-pintu surga’.”

Dari Abu Hurairah ra., “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah) maka akan diampuni dosanya yang telah lalu’.”

Di bulan ramadhan ini orang-orang yang berpuasa melakukan shalat malam selama sebulan penuh, dan ini merupakan bekal yang tak terhingga. Mereka berlomba-lomba untuk mencari keridloan Allah.

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam lailatulqadar karena keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”

Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra., ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa ramadhan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakkan-akan ia berpuasa setahun penuh.”

Motivasi terbesar untuk melakukan puasa adalah begitu istimewanya amalan puasa ini dihadapan Allah, dan ditambah dengan keagungan bulan puasa ini dibanding dengan bulan-bulan lainnya.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Semua amal anak Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai 700 kali lipat. Allah Ta’ala berfirman,’Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Dia (anak Adam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya demi Aku. Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan; gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah adalah lebih wangi daripada bau kesturi’.”

Dari Sahl bi Sa’d ra., dari Rasulullah SAW beliau bersabda, “Sesungguhnya dalam surga ada delapan pintu, salah satu pintu tersebut bernama Rayyan, tidak akan masuk dari pintu tersebut kecuali orang-orang yang puasa.”

Semua bekal dan nilai tarbawi yang terdapat pada puasa dan bulan Ramadhan itu mudah diraih oleh orang yang benar-benar berniat puasa sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah SWT. dan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Akan tetapi kondisi yang ada sekarang-umat muslim- seperti yang dituliskan oleh Syaikh Mushthafa Masyhur dalam kitab Fiqh Dakwah adalah sangat memprihatinkan, dimana bulan puasa berubah menjadi bulan penuh kerakusan karena semakin banyak menambah porsi makan, kemudian bulan ibadah, qiyam, dan qur’an berubah menjadi bulan bersenang-senang, begadang, dan merusak. Sungguh semua ini mengaburkan hakikat dari ramadhan, dan Allah dan Rasul-Nya membenci hal ini. Oleh karena itu, marilah kita memohon kepada Allah agar kita semua mendapatkan manfaat dan nilai-nilai kebaikan ramadhan yang begitu besar, dengan semangat beribadah, kesabaran menghadapi ujian, dan keteguhan iman yang hanya mengharap pahala-Nya semata. [Chan]